Ulama Gaza Sebut Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata Tindakan Berdosa

DETIK ISLAMI - NEWS DETIK
SEORANG ulama Islam terkemuka di Jalur Gaza menyebut tindakan berdosa melanggar gencatan senjata yang telah disepakati baru-baru ini antara Israel dan kelompok pejuang Hamas yang memerintah wilayah Palestina – menurut sebuah fatwa terkait gencatan senjata serta memberikan pemerintah Gaza dukungan yang kuat untuk menegakkan gencatan senjata tersebut.

Fatwa, atau maklumat keagamaan, dikeluarkan Sabtu malam kemarin (24/11) oleh Syaikh Sulaiman al-Daya, seorang ulama yang dihormati baik oleh kelompok Salafi maupun Hamas. Kelompok Salafi sendiri menentang akomodasi politik dengan zionis Israel.

“Menghormati gencatan senjata, yang disponsori oleh saudara-saudara kami Mesir, adalah tugas masing-masing dan setiap dari kita. Melanggar hal itu merupakan tindakan berdosa,” tulis isi fatwa Syaikh Sulaiman al-Daya.
Gencatan senjata, yang dimulai Rabu lalu untuk mengakhiri ofensif delapan hari Israel terhadap pejuang Gaza yang menembakkan roket ke Israel, bagaimanapun tetap rapuh dan rincian luar awal gencatan senjata sendiri belum berhasil diterapkan.

Juru bicara untuk pemerintah Hamas di Gaza, Taher Nunu, mengatakan kepada wartawan hari Minggu ini (25/11) bahwa Hamas berkomitmen untuk gencatan senjata yang telah dimediasi oleh Mesir.
“Pemerintah menegaskan kembali komitmennya kepada perjanjian yang disponsori oleh Kairo dan menekankan bahwa pemerintah akan bekerja dengan konsensus internal Palestina serta demi kepentingan nasional tertinggi,” ujarnya, setelah pertemuan dengan pemerintah.

Nunu juga mengatakan kepada wartawan bahwa serangan Israel di Gaza menyebabkan kerugian lebih dari $ 1,2 miliar pada perekonomian Gaza, termasuk kerusakan bangunan, infrastruktur pertanian dan perdagangan. Israel sendiri terus membatasi masuknya bahan bangunan, namun Nunu mengatakan bahwa pembicaraan mengenai mengangkat blokade terbatas akan dimulai pada pertemuan yang dijadwalkan di Kairo, Senin besok.
Share on Google Plus

About Tulisan Sederhana

Menulis untuk Detik Islami berbagi untuk sesama manusia, tulisan dari berbagai sumber
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar